WILUJEUNG SUMPING DI KOMUNITAS PEDULI KAMPUNG HALAMAN - SELAMAT DATANG DI KOMUNITAS PEDULI KAMPUNG HALAMAN
Showing posts with label Home. Show all posts
Showing posts with label Home. Show all posts

14 April 2013

SANGGAR BARUDAK

Mewarnai dan Menulis Cerita Gambar

Menceritakan sebuah pengalaman dalam bentuk sebuah tulisan dan gambar inilah yang belum sepenuhnya anak kuasai dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan bermodalkan kertas putih dan peralatan tulis seadanya kami pun berniat mengajarkan pentingnya akan dokumen pengalaman-pengalaman pribadi.

Sabtu sore 14 april 2013 itu dikelas 2 Sanggar Barudak dimana kegiatan bercerita pun siswa/i lakukan dengan panduan ka Juna dan ka Ana, kesulitan menulis cerita pun terjadi dimasing-masing anak namun tak mengentarkan niat kami untuk berbagi pengetahuan ini. Meski anak-anak terlihat jenuh dan malu untuk bercerita, alhasil mereka senang ketika semua dapat menulis, bercerita dan menggambarkan pengalamannya masing-masing.
Begitu pula kesenangan terlihat dari wajah ka Witri dan ka Intan saat usai pelajaran, dimana mereka senang mengajarkan murid kelas 1 (usia Paud/TK) tentang pengetahuan warna dan dikreasikan di sebuah gambar yang harus diwarnai. Senyuman dari masing-masing anak pun terlihat saat semua anak berpose didepan kamera sambil memegang hasil gambar yang telah ia beri warna itu “emm luchuuu”.

08 April 2013

SANGGAR BARUDAK


 Calistung vs Menggambar
Minggu sore yang cerah dimulai dengan kecerian anak yang bermain sondah/engkle dan karet di halaman sanggar pada tanggal 8 April 2013, satu jam sebelum pelajaran dimulai mereka (siswa) sudah berdatangan dan bermain bersama kakak pengajarnya. Antusias orangtua murid pun cukup membuat kami (pengajar) tegang atau gerogi gitu..hahha saat melihat anak-anaknya bermain bersama kami.
Satu jam berlalu dengan sedikit keringat kita pun memulai pmbelajaran dengan SerSan (Serius tapi Santai) dikelasnya masing-masing. Utuk kelas 1 (anak usia Paud dan TK)  ini ka Witri dan Ka Intan langsung aja melakukan pengetesan membaca Angka dan Huruf yang sudah di tulis di white board guna mengetahui sampai dimana pengetahuan 14  siswanya. Sangat sulit ketika pengetahuan dari siswa/I ini berbeda “yahh kayanya harus diajarkan dari awal secara bersamaan” ungkap kakak berdua ini, kemudian kakak pun mengajarkan cara membaca dan menulis angka/huruf ini secara bertahap serta diselingi nyanyian membaca dan menghitung.
Di kelas yang berbeda terlihat kecerian dari 9 anak usia SD yang sedang menuangkan imaginasi dan pemikiran mereka kedalam sebuah gambar, goresan demi goresan telah mereka tuangkan kedalam kertas putih kosong milik masing-masing. Ka Juna dan ka Ana pun tak mau kalah terlibat didalamnya tak peduli bagaimana hasil goresannya itu. Setelah siswa merasa puas dengan karya yang telah selesai mereka buat, kemudian masing-masing siswa menjelaskan maksud dari karyanya itu guna menguasai makna dari sebuah karyanya sendiri.
            Suara keras ayat-ayat dari surat al-ashr yang keluar dari mulut siswa/i itu menutup pembelajaran pertamanya. .alhamdulillah

07 April 2013

SANGGAR BARUDAK


Pembukaan SABAR

Setelah dua minggu melakukan rapat penyusunan kepengurusan, program belajar sampai pendataan anak (calon siswa/i) akhirnya terjawab pada Sabtu sore tanggal 7 April 2013 di Sanggar Barudak (SABAR) dengan mengawali pertemuan untuk perkenalan siswa dan pengajar baru SABAR.
Dengan teknik-teknik individu pengajar kami memulai pembukaan ini dengan berbagai macam permainan seperti Sondah/Engkle, Karet, puzzel angka/huruf, dan games perkenalan nama. Kemudian diteruskan dengan pemberitahuan jadwal belajar rutin Sabtu dan Minggu jam 3 sore dengan mata pelajaran Calistung, menggambar, mewarnai, melukis, tari dan belajar bersama alam.
Jumlah anak yang sudah terdata sekitar 25 anak dan kita kelompokan menjadi dua yaitu kelas 1 untuk anak usia PAUD sampai TK  dan kelas 2 untuk anak usia SD yang masing-masing diberi pelajaran sesuai porsinya. Namun disisi lain kami akan lebih memperdalam bakat dan minat dari masing-masing siswa demi menjaga konsistensi akan mimpi yang akan mereka capai.

26 March 2013

SANGGAR BARUDAK


Traditional games SABAR
Sebuah Permainan lama yang biasa dipermainkan oleh anak jaman dulu kini sudah tidak diketahui anak-anak kini. Maka dari itu kami dan Sekolah Regina Pacis berniat  mengadakan acara permainan tradisional untuk mengenalkan kembali pada anak-anak kini. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 26 Maret 2013 di area Sanggar Barudak dengan permainan-permainan seperti ular naga, cing jongkok dan cing benteng selama dua jam sampai jam lima sore.

25 March 2013

SANGGAR BARUDAK


Rapat/Evaluasi SABAR
Setelah hampir enam bulan dengan kegiatan yang belum semua berjalan maka kami pengurus melakukan kembali evaluasi dan pembuatan program baru untuk sanggar barudak. Pada tanggal 25 Maret 2013 kami sudah menerima kembali pengurus baru Sanggar barudak dan membuat program ajar baru yang lebih ke kesenian anak dengan tujuan menjaga kepunahan budaya-budaya seni bangsa.

26 February 2013

SANGGAR BARUDAK


  Nonton Bareng Film Anak
Kegiatan nonton bareng anak di Sanggar barudak ini dilakukan pada tanggal 26 Februari 2013 selama dua jam dari pukul 15.00-17.00 WIB. Film yang diputarkan berjudul “Aku Anak Soleh” bertujuan memotivasi anak agar bertingkahlaku baik selama hidupnya. Selain pemutaran Film kegiatan yang dilakukan oleh para pengurus Sanggar ini diisi pula dengan berbagai macam permainan dan diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan seputar film yang diputarkan.


14 December 2012

SANGGAR BARUDAK


Pelatihan Daur ulang plastik
Pelatihan daur ulang plastik ini dilakukan oleh pengurus Taman Baca Albi (Takubi) pada Tanggal 14 Desember 2012 di PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk dengan peserta ibu-ibu dari orangtua murid Sanggar Barudak dan para pengurus Sanggar. Kegiatan diawali dengan pembuatan bunga mawar dari plastik dan dilajut dengan pembuatan brose bentuk hati dan bentuk lainnya

07 October 2012

SANGGAR BARUDAK


 Pelatihan Pengelolaan Taman Bacaan
Kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh pengurus Taman Baca Albi (TAKUBI) selama dua hari pada 7-8 Oktober 2012 di Saung SABAR diikuti oleh pengurus Taman Baca SABAR, Taman Baca Al-Firdaus dan Sekolah Regina Pacis Bogor guna memperlancar administrasi taman bacaanya. Para peserta diajarkan bagaimana cara melakukan pendataan, penomeran dan pelebelan buku dengan kriteria bukunya kemudian dimasukan ke dalam Software Psanayan agar lebih mudah dicari oleh para pengunjung Taman Bacaannya.

01 August 2012

SANGGAR BARUDAK


Liputan Kompas tentang taman bacaan SABAR

Liputan yang dilakukan wartawan kompas pada 1 Agustus 2012 ke taman baca Sanggar Barudak dengan judul Mendorong minat baca dari tepi jalan dan mall yang bertujuan menginformasikan keberadaan perpustakaan gratis kami dan menjawab pertanyaan-pertanyaan para penghobi baca yang katanya “buat baca buku aja sulit dan mahal.

29 April 2012

Hayang Iuh Melak Tangkal Atuh


Minggu, 29 April 2012, Mencoba melakukan kembali hal yang paling terkecil dari sebuah kondisi keseharian masyarakat di Indonesia yang sering membicarakan dampak Global Worming yang terjadi. Disinilah KALAM (Komunitas Peduli Kampung Halaman) berusaha menyederhanakan kegiatan-kegiatan yang bersinggungan dengan lingkungan untuk mengurangi dampak-dampak yang terjadi suatu saat nanti.


Hal terkecil seperti nanam pohon inilah yang bisa dilakukan oleh para anggota KALAM untuk paling tidak mengurangi masalah-masalah yang dihadapi warga Tegal Gundil seperti Panas dan Polusi Udara atau sering banyak warga bilang “Hareudang”. Kegiatan nanam pohon ini hanya kita lakukan di hari Minggu dengan 10 bibit pohon dan ditanam di sekitar jalan.

28 April 2012

Ruang-ruang belajar di Tegal Gundil


            Sebuah usaha penyebaran pembelajaran SABAR (Sanggar Barudak) dibeberapa titik kritis pengetahuan anak di 3 RW Tegal Gundil sedang kami lakukan. Dimulai dari Awal bulan September 2011 kami buka ruang belajar anak di 3 RW yaitu RW 01 kawungluwuk, RW 04 Kampung Anyar dan RW 08 Tegal Peuteuy dengan memanfaatkan ruang bersama warga seperti Posyandu, Aula dan perpustakaan.
Usaha  tersebut cukup membuahkan hasil yang belum maksimal dikerenakan ruang-ruang yang belum memadai dan teknis pembelajaran yang kurang berfariasi oleh para relawan-relawan dari SMA Regina Pacis. Namun hal ini tidak mengurangi niat kami untuk terus melangkah sesekali kami adakan suasana games dan hiburan-hiburan untuk memacing minat belajar anak.
Siswa-siswi ditiap RW rata-rata mencapai 30 anak dan delapan pengajar yang tiap harinya berganti, kelas ini dibuka hanya 3 kali dalam seminggu itupun berbeda-beda harinya sesuai keinginan anak dimasing-masing RW nya. 










11 March 2012

Aksi Mulung Part 8


Ciparigi, Minggu, 11 Maret 2012 Tim Walcip (Warga Peduli Ciparigi) yang sempet menelan ludah saat cuaca yang kurang mendukung dikarenakan hujan gerimis menguyur Tegal Gundil dan sekitarnya pada pukul 06.00-08.30 WIB, namun tak mengahalangi rutinitas mingguan Tim untuk sebuah perubahan di Sungai Ciparigi dan warga sekitar bantaran Sungai lewat Aksi Mulung.
Kegiatan kali ini dilakukan di Sungai Ciparigi yang melintasi Tegal Peuteuy RT 06/08, lokasi Sungai yang luasnya 4 meter, kedalaman 30-40 cm  ini terlihat semi kritis karena banyaknya penumpukan sampah dikarenakan terdapat 22 keramba milik warga RT 06/08 dan 19 batu besar di badan Sungai. Lokasi Sungai yang dangkal ini menjadi salah satu titik rawan banjir saat hujan deras, menurut para warga sering terjadi banjir sampai masuk kedalam rumah warga dan sekolah madrasah bantaran Sungai dikarenakan bentroknya dua DAS (Daerah Aliran Sungai) Cilegok dan Cibuleuceut yang masuk ke Sungai Ciparigi sehingga meluap ke bantaran.
Sungguh pemandangan yang tidak terbayangkan sebelumnya saat 14 warga Tegal Peuteuy hanya menyaksikan aksi delapan orang dari Tim dan satu orang dari Kota Hujan mulung sampah. Sampah  yang  terkumpul sembilan karung berukuran 40 kg ini kita buang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Jalan Indraprasta dengan menggunakan Motor Bak KAISAR milik KPC (Komunitas Peduli Ciliwung).5.JUN

26 February 2012

AKSI MULUNG PART 6

AKSI MULUNG PART 6
Ciparigi, Minggu pagi  tanggal 26 Februari 2012, WALCIP ( warga pedulu ciparigi ) kembali beraksi mungut sampah  di sungai ciparigi yang berlokasi  di Tegal Peuteuy RT 04 RW 08 kelurahan Tegal Gundil. Kegiatan yang berjalan pada pukul 08.00-12.00 WIB dilakukan oleh 9 orang dari KALAM dan 15 orang dari warga sekitar bantaran Sungai Ciparigi.
Antusias warga memuncak ketika sebelumnya kita melakukan surfey kelokasi sehari sebelum aksi mulung berlangsung, hasilnya warga lebih dulu turun ke Sungai sebelum tim sampai dilokasi dan mengerahkan warga dari mulai anak-anak, ibu-ibu sampai bapak-bapak untuk ikut memungut sampah di Sungai Ciparigi. Hal seperti ini kali pertama kita rasakan begitu “ujar Nur Iman Soleh selaku ketua Aksi ini” sambil berbangga.
Kondisi sungai yang dangkal, cukup memudahkan tim memungut sampah dan berhasil mengantongi sampah sampai 27 karung berukuran 50kg yang berisikan sampah plastik, kain bekas, ranting pohon, dan rumput dibantaran sungai. Sampah yang sudah terkumpul kita buang ke TPA komplek Bogor Baru dengan menggunakan grobak sampah milik Sekolah BPK Penabur.
Semoga kegiatan ini dapat berkelajutan demi tercapainya kegiatan Gotong Royong Warga RT 04/08 yang telah lama hilang. Die & Man

05 February 2012

Aksi Mulung Part 5

Minggu pagi tepatnya tanggal 5 Februari 2012, kami WPC alias Warga Peduli Ciparigi dengan semangat bergelora kembali melakukan aksi mulung part 5. Kegiatan ini dilaksanakan badan sungai Ciparigi Kelurahan Tegal Gundil RT 03/RW 18. Dengan beranggotakan 8 orang peserta, kamipun melakukan kegiatan tersebut sejak pukul 09.00 hingga 10.45 WIB. Kami mendapat pinjaman kendaraan untuk mengangkut sampah berupa motor Kaisar berwarna biru tua dari KPC (Komunitas Peduli Ciliwung). Segelintir warga hanya sekadar bertanya tanpa ada yang tergerak hatinya untuk sedikit ikut berpartisipasi. Kondisi sungai Ciparigi yang kotor oleh sampah yang telah lama terpendam ini menyebabkan airnya berwarna keruh dan berbau busuk. Terdapat pula sampah yang sudah terendam puluhan bahkan mungkin ratusan tahun dari semenjak warga sudah tidak peduli lagi pada sungai Ciparigi sehingga sampah-sampah tersebut sudah berlumut dan tertutup lumpur didalam air. Setelah semua sampah sebanyak 12 karung tersebut diangkut keatas motor dan siap diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) terdekat, kamipun mendapat sedikit masalah lagi yaitu salah satu petugas yang sedang berjaga menghalangi kami yang ingin membuang sampah disana, padahal kami telah mendapatkan izin. Namun, kami tetap bersikeras membuang sampah ketempat tersebut, sesuai dengan petunjuk dari Pak Lurah setempat.

29 January 2012

Aksi mulung part 4

Tegal Gundil, 29 Januari 2012 WALCIP ( Warga Peduli Ciparigi ) seperti biasa melakukan kegiatan rutinitas mingguan dengan cuaca yang sedikit hujan kami pun tetap bersemangat memungut sampah di Sungai Ciparigi yang melintasi daerah Tegal petey RT 06/08 sampai perbatasan RT 05/09. lokasi ini sangat memprihatinkan karena seringnya terjadi banjir akibat banyaknya keramba yang tidak teratur dan  bentroknya dua DAS Ciparigi yang lumayan besar kala banjir datang.
Upaya kita melakukan aksi mulung ini mendapat hasil ketika kita dapat mengumpulkan sampah kedalam tujuh  karung beras berukuran 50kg dan di buang ke TPA Bantarjati menggunakan motor kaisar pinjaman dari KPC (Komunitas Peduli Ciliwung).
Semoga apa yang sudah kita lakukan disana dapat menjadi gebrakan awal untuk melestarikan budaya Gotong Royong di lingkungannya sendiri dan menjaga kebersihan air Sungai Ciparigi.JUN

22 January 2012

Aksi Mulung part 3


Minggu, 22 Januari 2012
Cuaca pagi pukul 08.30 WIB ditemani sang mentari yang cerah benderang dengan semangat yang menggebu KALAM (Komunitas Peduli Kampung Halaman dan Atap Jerami Community yang tergabung dalam Tim WALCIP (Warga Peduli Ciparigi) ini melakukan kegiatan Aksi Mulung Part 3  di sungai Ciparigi yang melewati Jalan Wuwung RT 02/09.
Kegiatan yang  hanya bermodalkan karung bekas, sarung tangan, dan sendal jepit inipun diawali oleh Nur Iman yang melakukan surfey pada hari Jumat 20 Januari 2012 dan menemukan lokasi penumpukan sampah yang dikarenakan oleh banyaknya keramba yang menghambat arus air di Sungai yang melewati Jalan Wuwung ini.
Sampah yang hampir memenuhi setiap sudut Sungai adalah sampah plastik, baik berupa plastik bekas kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan bungkus indomie maupun plastik bekas makanan ringan dan lain sebagainya. Dengan jarak sekitar 100 meter, kami menemukan beberapa sampah yang tidak terkira yaitu seperti celana dalam, kaos, sepatu, sendal, dan DVD.
Partisipasi warga RW 09 yang mesti kita acungkan jempol karena tingginya rasa kepedulian terhadap sungai Ciparigi. Sampai ketua RW 09, Ketua RW 02 dan para warga yang ikut nyemplung disungai serta peran para ibu-ibu yang mengumpulkan karung dan menyiapkan minum dan makanan untuk para warga usai melakukan aksi mulung.
Kegiatan yang berjalan selama 2 jam ini cukup mendapatkan hasil yang diantaranya pengumpulan sampah  sekitar 20 karung yang kita buang ke TPS milik kecamatan Bantarjati yang ada di seberang pabrik tahu Tegal Gundil menggunakan kendaraan milik Kecamatan Bogor Utara yang dikendarai oleh Nurur staf Kec. Bogor Utara.
Harapan warga RT 02/09 berharap terciptanya kegiatan ruting Gotong Royong di Sungai Ciparigi yang melewati jalan Wuwung ujar Warga Rt 02/09 usai melakukan aksi mulung.
“Semakin banyak kita melakukan sesuatu, semakin banyak hasil yang akan kita dapatkan” RED

15 January 2012

Susur Ciparigi

Minggu, 15 Januari 2012
Pagi  tepatnya pukul 08.30 WIB yang ditemani rintiknya hujan, namun tidak menghalangi niatnya tim Aksi peduli Ciparigi untuk menyusuri sungai Ciparigi. Penyusuran yang dimulai dari Jembatan Babakan yang menjadi batasan antara kelurahan Bantarjati, Babakan, Tegal Lega dan Tegal Gundil sampai Jembatan Bangbarung Raya yang menjadi batas RW 10  dan RW 2 kelurahan Tegal Gundil.
Kegiatan yang di beri nama ”Susur Ciparigi”  ini bertujuan memperoleh data terkini keadaan sungai Ciparigi dan hasilnya akan di aplikasikan dalam sebuah peta sungai Ciparigi yang melintasi kelurahan Tegal Gundil. Kegiatan ini dilakukan oleh 6 orang pelaksana diantaranya sebagai Penentu Track “Iman”, Pengguna GPS “Juna”, Dokumetasi Foto “Yoyo”, dan Pendataan  “Purnama, Didi & Dewi”S.
Data yang sudah diperoleh baru mencapai 40 % dan sisanya akan kita lakukan di minggu ke-3 bulan Februari sesuai waktu yang sudah kita rencanakan. Besar harapan agar semua warga bantaran sungai Ciparigi ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. JUN

12 January 2012

Kunjungan Sekolah Alam ke KALAM

Kamis, 12 Januari 2012 Sekertariat KALAM, kunjungan dari sekolah alam ke KALAM dengan tujuan Share tentang teknik sosialisasi didalam kemasyarakatan dengan harapan menarik minat siswa-siswi kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP) sekolah alam untuk berkegiatan dilingkungan sekolahnya.
siswa-siswi yang di dampingi oleh bapak Bagus ini ada sekitar 30 Orang dan semuannya saling berdiskusi dengan para pengurus KALAM sebagai pelaku yang berhubungan dengan kemasyarakan.

10 January 2012

Pembelajaran Komputer bersama KALAM

Sekertariat KALAM Selasa, 9 Januari 2012, memulai kelas dasar pembelajaran komputer dengan materi awal pengenalan menu-menu toolbar pada microsoft word sampai pengenalan tombol-tombol pada keyboard. .
kelas yang dibuka ini sesuai keinginan para murid sendiri, mereka coba mempelajari teknis-teknis dasar komputer, Film, Fotografhy, dan Desaid Grafis.
KALAM akan terus menjadi tempat pembelajaran untuk semua kalangan baik di wilayah Tegal Gundil atau Luar Tegal Gundil.

01 January 2012

Aksi Mulung di Ciparigi Part 2

Minggu, 1 Januari 2012, Pesta Tahun baru sudah selesai, Namun semangat tim WALCIP (Warga Peduli Ciparigi) masih membara dengan konsep semangat baru kami melakukan aksi mulung lagi yang kali ini berlokasi di bawah Jembatan Jln. Bangbarung Raya. kami melakukan kegiatan di pagi ini hanya 7 orang, namun cukup memuaskan ketika kami berhasil membersihkan curug kecil dibawah jembatan yang menjadi titik penumpukan sampah.
hambatan yang terjadi ketika kegiatan ini berlangsung adalah terjadinya perdebatan antara Nur Iman Soleh "Ketua Warga Peduli Ciparigi" dengan salah satu petugas kebersihan Mesjid Ar- Rahman yang seenaknya membuang puing-puing ke Sungai. Selain itu kami juga mendapat teguran dari penjaga Kelurahan yang tidak mengijinkan kita menyimpan sampah di depan kelurahan lagi untuk di tangani pihak kelurahan seperti minggu lalu katanya sih "ga mau direpotin lagi"ujar iyul sapaanya petugas kelurahan.
Masalah demi masalah yang kami alami semoga menjadi awal yang baik demi perubahan Sungai Ciparigi dan masyarakat bantaran Sungai Ciparigi.JUN